Total Tayangan Halaman

Rabu, 13 November 2013

Super Power of Indonesia


Super Power of Indonesia
Scientist said like this ! what else, why, how ???
1.     Keanekaragaman hayati (Megabiodiversity), Indonesia memiliki keanekaragaman hayati terbesar di dunia setelah Brazil (no 2), diantarnya:
·          27.500 species tumbuhan berbunga (10 % dari seluruh species tumbuhan di dunia),
·         1.539 species burung (17 % dari seluruh species burung di dunia),
·         515 species reptilia (16 % dari seluruh species reptilia di dunia).
·         25% ikan (16 % dari seluruh species ikan di dunia).
·         40 species primata dari 195 jenis primata di dunia
Sources: Materi Perkuliahan Prof. Dr. Ir. Hadi S Alikodra, MS & Diskusi, Jatna Supriatna Ph. D

2.      Kayu & non kayu, pada tahun 70an stock kayu Indonesia masih sangat banyak dan hutan Indonesia masih bagus, namun seiiring berjalannya waktu produksi kayu di Indonesia kian habis. Why? Demand internasional yang berlebihan menggiring Indonesia untuk terus mengeksploitasi hutan (deforestration) secara terus menerus, belum lagi untuk menutupi kebuntuan dari pada hutang Indonesia sebagai negara berkembang kepada dunia dan Negara maju.  Illegal loging maupun legal logging terus berlangsung apalagi setelah desentralisasi kekuasan daerah yang menjadi kebuntuan untuk mensejahterakan penduduk setempat.

3.      Terumbu karang, Indonesia sebagai pusat segitiga terumbu karang dunia (Three Coral of the Wolrd).  Sebagai contohnya Wakatobi dan Raja Ampat. Wakatobi yang telah dikembangkan secara berkelanjutan oleh Bupatinya yaitu Bapak Hugua, menjadikan Wakatobi sebagai pusat penelitian terumbu karang dunia. Selain itu, melalui aktifitas dan jasa ekowisata disana, menjadikan wakatobi sebagai salah satu kawasan ekowisata bahari paling popular di seluruh dunia. Dimana terdapat produk jasa sport tourism, diving, snorkeling, bird watching di wilayah perairan, aneka terumbu karang, aneka ikan, local culture, etc. so, many people in the world come there.
One example more is Raja Ampat in Papua. Potensi raja ampat serupa dengan wakatobi, namun menurut WWF dan CI (2002), keanekaragaman hayati laut raja ampat merupakan paling komplit di dunia, melebihi wakatobi, laut merah maupun perairan di Amerika. Dimana 75% terumbu karang yang ada di dunia terdapat di Raja Ampat. Diperkirakan masih banyak fauna yang belum teridentifikasi. Hal ini disebabkan karena papua island dihapit oleh dua samudera yakni pasifik dan hindia selain itu dataran papua merupakan pecahan dari benua Australian, sehingga mewarisi sebagian faunanya.

4.      Budaya (Cultural Diversity), etnik dan bahasa, Indonesia sebagai negara yang memiliki jumlah populasi terbanyak ke empat di dunia yakni kurang dari 250 juta orang dan memiliki banyak budaya dan suku, karena dataran Indonesia sendiri terdiri dari kepulauan.

5.      Pantai atau pesisir, indoneisa sebagai negara kepulauan terdiri dari 17.508 pulau dengan dataran seluas 1,9 juta KM 2 dan garis pantai sepanjang 80.789 KM dengna cakupan laut seluas 3,1 juta KM. kepulauan Indonesia ini terletak di garis khatulistiwa antara lautan hindia dan pasifik yang di hapit benua Australia dan benua asia sehingga menjadikan Indonesia sebagai negara super power of megbioadiversity.

6.      Energy, Indonesia sebagai negara yang terletak di garis khatulistiwa dan memiliki hutan hujan tropis memiliki potensi lebih dibanding negara alpin maupun sub alpin dalam konteks energy matahari. Tentunya energy ini dapat dimanfaatkan dan optimalkan ke dalam berbagai bentuk yang tentunya bersifat ekonomi dan sebagai alternative energy fosil. Selain itu, Indonesia sebagai negara ring of fire memiliki banyak banyak gunung merapi sehingga memiliki potensi panas bumi yang melimpah melalui uap. Uap panas yang didikeluarkan dari perut bumi ini tentunya tidak akan pernah habis, dan dapat dimanfaatkan ke menjadi industri pembangkit listrik tenaga uap bumi (PLTPB). Tentunya pemanfaatan PLTPB ini berbasis green economic karena emisi yang dikeluarkan cenderung sedikit. 

7.      Jasa lingkungan, Indonesia sebagai negara tropis memiliki hutan basah sehingga tersedia air tawar yang melimpah. Adapun karbon yang sampai saat ini belum dimanfaatkan sebagaimana mestinya. Hutan Indonesia sebagai paru-paru dunia mengambil andil besar dalam penyeimbang suhu dunia dengan penyerapan emisi. Namun sayangnya perhitungan mengenai regulasi ketetapan karbon ini belum ada diakui secara internasional. Negara maju seperti Amerika dan China sebagai negara penghasil emisi terbesar di dunia. Seharusnya negara maju memberi benefit terhadap Indonesia akan karbon yang tentunya agar Indonesia tetap menjaga hutan tropis secara utuh. Sehingga mengurangi krisis global warming.

8.      Mining responsibility & unresponsibility, Pertambangan, Galian A, B, C karena kondisi geografis yang sempurna. Belum lagi terdapat kurang lebih 120 gunung di Indonesia yang diantaranya berada di jajaran cincin api (ring of fire) sehingga melimpahnya SDA dan energy.

Masih banyak potensi SDA, SDM: budayaà ex: kuliner etc, SDK yang bersifat masih  potensial maupun actual di Indonesia yang belum dimanfaatkan secara optimal, green growth, dan berkelanjutan. Hal ini desebabkan karena SDM manusia yang belum sepenuhnya siap dalam mengelola sumber daya potensi yang melimpah ini.

Maka dari itu, penulis bermaksud menyampaikan informasi berdasarkan referensi dan pengetahuan yang ada kepada pembaca agar tetap lestari dan bermanfaat. Etika dan moralitas yang baik tentunya mendorong kita sebagai mahluk bumi yang menjadikan human responsibility terhadap alam, lingkungan, dan sesama manusia. (Pembahasan Sedikit melenceng namun berkaitan). Berbekal pedoman al-quran, kitab dan ilmu pengetahuan memungkinkan manusianya menjaga lingkungan untuk masa depan, should be save nature for future. So keep conservation, ecotourism alternative way and Go green for development…

Sources: Materi Perkuliahan: Prof. Dr. Ir. Hadi S Alikodra, MS,  Diskusi: Jatna Supriatna Ph. D & Handbook: Siahaan, N. H. T

Kamis, 19 September 2013

Pergeseran Paradigma Pariwisata Internasional (Mass Tourism to Ecotourism)

       Di tengah dinamika sosial ekonomi dunia, ditandai krisis ekonomi dunia, globalisasi dunia yang belum tuntas, kenaikan harga minyak dunia, telah berkembang suatu jenis jasa wisata yang memberi jaminan bagi terciptanya kesejahteraan. Sektor usaha tersebut dikenal dengan ecotourism atau ekowisata. Menurut The International Ecotourism Society atau TIES (1991), ekowisata adalah perjalanan ke wilayah-wilayah alami dalam rangka mengkonservasi atau menyelamatkan lingkungan dan memberi penghidupan penduduk lokal.
    Menurut hemat saya, hal ini disebabkan karena wisatawan seringkali merasa bosan dan jenuh (annoyance) dengan pariwisata massal yang bersifat rekreasi biasa. Mereka ingin mendapatkan kualitas dan jasa dari jenis pariwsata baru yakni ekowisata atau bisa juga di sebut wisata minat khusus. Karena mereka yang melakukan ekowisata cenderung untuk mendalami suatu kajian (something), seperti penelitian flora dan fauna, tanah, sulvikultur, geographic, tanah, air, dan sebagainya yang bersifat education.
       Indonesia sebagai negara kepulauan yang terdiri dari 17.5008 pulau memiliki potensi dan kekayaan alam yang bernilai tinggi dalam pasar industri wisata alam, khususnya ekowisata karena Indonesia sendiri berada pada Rainforest Geographic. Indoensia  merupakan salah satu negara paling kaya dengan keanekaragaman hayati (biodiversity) paling komplit ke tiga di dunia setelah Brazil dan Zaire. Selain itu Indonesia memiliki garis pantai paling panjang di dunia yakni 80.791 KM dengan cakupan laut seluas 3,1 juta KM2, dengan berbagai macam terumbu karang yang paling komplit  atau lebih dari 75% terumbu karang yang ada di dunia, (Amazing potential of Indonesia).
       Sebagai bentuk wisata yang trend, ekowisata memiliki kekhususan tersendiri yaitu mengedepankan konservasi lingkungan, pendidikan lingkungan, kesejahteraan penduduk lokal dan menghargai budaya lokal. Taman nasional sebagai kawasan pelestarian alam yang memiliki potensi sumber daya alam hayati dan ekosistemnya yang melimpah menjadi salah satu bagian pengembangan ekowisata. Taman nasional yang menawarkan wisata ekologis banyak diminati wisatawan, hal ini karena adanya pergeseran paradigma kepariwisataan internasional dari bentuk pariwisata massal (mass tourism) ke wisata minat khusus yaitu ekowisata (Nugroho, 2011: 3). Perhatikan skema berikut.
Sumber: Penulis (2013)

      Kelembagaan ekowisata diluar wilayah taman nasional juga dapat dikembangkan. Wilayah tujuan ekowisata tersebut biasanya memiliki karakteristik konservasi yang kuat baik dari aspek sosial maupun lingkungannya. Kearifan, pengalaman, dan nilai-nilai budaya sedemikian menyatu dengan lingkungan untuk mendukung kehidupan ekonomi. Wilayah tujuan ekowisata itu dapat menjadi bagian dari ekosistem pesisir, lautan, hutan atau daratan di sekitar kawasan konservasi, desa atau wilayah yang memiliki nilai-nilai khas yang harus diwariskan untuk generasi mendatang. 




Kamis, 21 Juni 2012

Perkembangan Pariwisata Indonesia


Pariwisata, tidak henti-hentinya saya menulis artikel pariwisata karena pariwisata merupakan suatu aktifitas atau kegiatan yang tidak bisa dihilangkan dalam kehidupan manusia. Semua orang membutuhkan pariwisata atau travelling sebagai suatu pelampiasan batinnya dalam menjalankan kehidupannya. Kata pariwisata itu sendiri di Indonesia mulai populer pada tahun 1950an dimana pada era presiden pertama indonesia yaitu Soekarno berbincang dengan pakar pariwisata mengenai kata yang tepat dalam penulisan makna pariwisata itu sendiri. Karena saat itu kata yang dipakai bukanlah pariwisata, melainkan touristen yang berasal dari bahasa belanda. Kemudian Soekarno merubahnya menjadi pariwisata. Seiring berjalannya waktu, pada tahun 1960an sektor pariwisata menjadi sektor yang penting  guna meningkatkan perekonomian di Indonesia. 
     Memasuki abad ke-21 perhatian terhadap pariwisata sudah sangat meluas, hal ini terjadi karena pariwisata mendatangkan manfaat dan keuntungan bagi negara-negara yang menerima kedatangan wisatawan (tourist receiving countries). Pembangunan pariwisata memiliki peran signifikan dalam aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan. Dalam aspek  ekonomi, sektor pariwisata mengkontribusikan devisa dari kunjungan wisatawan mancanegara dan Produk Domestik Bruto (PDB)  beserta komponennya (RPJMN 2009-2014) dalam (Nugroho 2011: 1). Tidak sedikit wisatawan mancanegara maupun wisatawan nusantara datang untuk menikmati daya tarik wisata yang ada di Indonesia. Berikut dapat dilihat data statistik perkembangan kunjungan wisatawan mancanegara yang datang ke Indonesia dari tahun 2004-2010.

Dari data statistik diatas dapat disimpulkan bahwa jumlah kedatangan wisatawan mancanegara dan pendapatan devisa pertahunnya terus meningkat, hanya tahun 2005-2006 saja yangmengalami penurunan. Selain data statistik wisatawan mancanegara, adapun data statistik kunjungan wisatawan nusantara yang memberikan sumbangsih besar dalam meningkatkan perekonomian Indonesia. Berikut data statistik perkembangan kunjungan wisatawan nusantara dari tahun 2004-2010.

        Dapat disimpulkan bahwa jumlah kedatangan wisatawan domestik dan pendapatan devisa pertahunnya terus meningkat dari tahun ke tahunnya. Dari data kunjungan wisatawan diatas cukup membuktikan bahwa sektor pariwisata di Indonesia sudah berkembang dan telah menjadi salah satu alternatif dalam sektor ekonomi dalam menanggulangi kemiskinan di Indonesia. sebagaimana dalam GBHN tahun 1993 dikatakan: ‘Pembangunan pariwisata diarahkan pada peningkatan pariwisata menjadi sektor andalan yang mampu menggalakan sektor ekonomi, termasuk sektor-sektor lainnya yang terkait sehingga lapangan kerja, pendapatan masyarakat, pendapatan daerah, pendapatan negara serta penerimaan devisa meningkat melalui pengembangan dan pendayagunaan potensi keparriwisataan nasional’.

Pariwisata & Ekonomi Kreatif

Tema utama pariwisata Indonesia tahun 2012 telah ditetapkan yaitu Green and Creative Tourism”. Itu disimpulkan pada lokakarya pariwisata dan ekonomi kreatif di Kemenparekraf, Jakarta, pada akhir Desember 2011. Jika industri kreatif Indonesia bergerak maju bersama pariwisata, bukan mustahil, berpotensi menjadi salah satu trend setter di pariwisata global.
Pariwisata sendiri menuntut sikap Kreatif yang cerdas, itulah mengapa di masa lalu dunia pariwisata pernah memunculkan term alternative tourism. Indonesia kini tampil dengan Creative Tourism. Ditambah konsep, bersahabat dengan alam alias environmental friendly. Melalui industri keatif lazim tampil tokoh alias figures pencipta yang mendunia, tampil produk wisata dan ‘produk barang’ dengan brand yang juga mendunia. Kemenparekraf telah menyusun gagasan-gagasan Rencana Strategis (Renstra) Pengembangan Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif memasuki tahun 2012.
Menparekraf, Mari Elka Pangestu, menguraikan apa itu ekonomi kreatif. Ada 15 subsektor ekonomi kreatif ditangani oleh Kemenparekraf. Maka pada struktur organisasi dalam Kemenparekraf ada dua dirjen yakni Dirjen Industri Kreatif Berbasis Seni dan Budaya seperti film, musik, seni pertunjukkan, seni rupa, dan lain sebagainya dan Dirjen Ekonomi Kreatif Berbasis Desain, Media dan Iptek.


 Sumber: Menparekraf, Mari Elka Pangestu dalam News Letter Informasi Pemasaran Pariwisata 2012
Untuk industri kreatif kita juga akan bekerja sama dengan institusi lain terkait. Kerja sama ini meliputi pembuatan kebijakan untuk menciptakan iklim kondusif untuk perkembangan industri kreatif, dan fasilitasi dan pemberdayaan pelaku industri kreatif dan pengembangannya. (Menparekraf, Mari Elka Pangestu)
Kontribusi dari ekonomi kreatif sebesar 7,4% terhadap PDB dan target pertumbuhannya paling tidak mecapai 8% pada tahun 2014, atau ekonomi kreatif harus tumbuh lebih baik daripada pertumbuhan rata-rata perekonomian nasional.
Jadi, jika ekonomi kreatif tumbuh maka pariwisata akan tumbuh, juga sebaliknya. Jadi ini harus kita kembangkan mulai 2012. Hubungan antara pariwisata dan ekonomi kreatif antara lain kuliner. Tidak bisa dibayangkan pariwisata tanpa kuliner. Karena itu kuliner mempunyai peran sangat penting dalam pariwisata. Kita juga banyak menampilkan Indonesia dalam film sebagai promosi.
Menparekraf Berkata: “Kami akan mengusahakan alokasi anggaran untuk ekonomi kreatif yang lebih besar untuk pengembangan seni, film dan seni pertunjukan lainnya. Ini termasuk untuk mengembangkan infrastruktur fisik, sumber daya dan apresisasi.”


 Sumber: Menparekraf, Mari Elka Pangestu dalam News Letter Informasi Pemasaran Pariwisata 2012


Sources: News Letter Informasi Pemasaran Pariwisata 2012

Apa itu Ekonomi Kreatif ???

            Dewasa ini telah terjadi pergeseran era perekonomian yaitu dari era ekonomi pertanian menjadi era ekonomi kreatif. Mengapa hal demikian dapat terjadi ???
Menurut asumsi penulis, hal ini terjadi karena adanya pergeseran paradigma perekonomian pertanian ke kreatif dimana ekonomi kreatif muncul sebagai ekonomi baru yang signifikan dalam meningkatkan perkapita maupun Produk Domestik Bruto (PBD) negara Indonesia. Sehingga adanya suatu mixed dari mulai ekonomi pertanian, industri, dan informasi menjadi ekonomi kreatif.

Sumber: Kementerian Perdagangan (2009)

Ekonomi Kreatif merupakan era ekonomi baru yang mengintensifkan informasi dan kreativitas dengan mengandalkan ide dan stock of knowledge dari sumber daya manusianya sebagai faktor produksi utama dalam kegiatan ekonominya. Sumber: Kementerian Perdagangan (2009)
Industri kreatif didefinisikan sebagai industri yang berasal dari pemanfaatan kreativitas, keterampilan serta bakat individu untuk menciptakan kesejahteraan serta lapangan pekerjaan dengan menghasilkan dan memberdayakan daya kreasi dan daya cipta individu tersebut. Sumber: Kementerian Perdagangan (2009)

Notes: Kreatifitas tidak hanya berbasis artistik, namun bisa juga berbasis sains dan injiniring.

Ketua Badan Promosi Pariwisata Indonesia (BPPI), Yanti Sukamdani menguraikan pula pengertian creative tourism, yang dijabarkannya tentu dari konsep pemerintah, lalu dikaitkannya (link and match) dengan bisnis Board-nya BPPI itu semua terdiri dari unsur swasta. Creativde Tourism bagaimana yang hendak dilaksanakan ?
Salah satu ialah menciptakan dan mendorong pariwisata merancang agar arus bisnis pariwisata di saat Low season, tetap berjalan baik dari sudut bisnis. Dalam konteks itu, misalnya, kita akan fokus pada kegiatan shopping, great sale, seminar, summit meetings, dan sebagainya.
Menurut Sukamdani, Indonesia sudah menerima tawaran dari Cina untuk pameran di sana dengan space free of charge. Convention pun termasuk creative tourism! Prediksinya, menurut Sukamdani, daerah-daerah yang bisa menampung kegiatan tersebut adalah Bali, Jakarta dan DIY. Kita juga harus ingat bahwa kebanyakan turis yang datang ke Indonesia antara lain dari Singapura, bukan dari Eropa.
Contoh lain, tipe turis Rusia, mereka berani membayar hotel sampai $500 karena sudah biasa dengan level harga tersebut. Di Negara mereka sendiri mungkin harga segitu baru bisa tinggal di hotel kelas 2. Maksudnya tentulah perlu ‘kreatif’ terus menggarap konsumen Rusia. Tren 2012 adalah creative tourism seperti seminar, convention, pameran, show, dan sebagainya. Hotel non-convention pun bisa hidup dari tingkat okupansi dan restorannya.

                   Sumber: Hasil Modifikasi Penulis

Di tourism tidak ada batasan harga, dengan sendirinya. Langkah riil kita adalah melaksanakan tugas justru untuk mengkompensasi cenderung turunnya volume di saat low season, dengan creative tourism dan green tourism. Pelaksananya terdiri dari perhotelan, restoran, travel agent, dan sebagainya.
Dan kuncinya memang pada tiga unsur industri tersebut. Menciptakan berbagai alternatif bentuk kegiatan tur, jadwalnya di low season, acara spesifik yang menarik, atau, menciptakan pasar. Lebih tepatnya lagi, to generate the consumers.
Sport event, musical dan art, misalnya, yang dikaitkan langsung dengan paket dan acara-acara yang ‘menghibur turis secara spesifik’, merupakan konsep dalam creative tourism.
Contoh lain yang besar ialah World Holticultural Expo yang mulai April ini diselenggarakan di Negeri Belanda. Green and creative tourism itu sudah seharusnya dimasukkan ke dalam kegiatan ekonomi. Untuk penyelenggaraan MICE harus diperhatikan infrastruktur.
Menurut Sukamdani kontribusi suatu hotel sangat bervariasi. Misalnya hotel convention kontribusinya bisa mencapai 50%, kalau hotel biasa mungkin kontribusinya terhadap MICE hanya 20%. Maka kreatifitas pun di situ dituntut. Kreatif menciptakan tur di dalam negeri juga diperlukan. Tur bidang pendidikan, misalnya, terbuka peluang kerjasama antara pelaku bisnis dengan sekolah-sekolah sampai perguruan tinggi. Yakni menciptakan acara yang lain di luar lazimnya study tour akhir tahun pelajaran, yang sudah teramat rutin dan ‘begitubegitu saja’.
 Seperti dikatakan Menteri bahwa “Memasuki tahun 2012 kita menghadapi krisis ekonomi global, namun kita yakin bisa bertahan dan menghadapinya, dan kita akan mendorong kedatangan wisman dari emerging countries yang rata-rata tidak terkena dampak krisis ekonomi. Kita pun akan fokus pada wisatawan nusantara yang akan terus tumbuh.”

Sources: News Letter Informasi Pemasaran Pariwisata 2012
 

Doa Wisatawan

Tuhan… kami Yang Maha Pengasih
Lihatlah kami, yang lemah ini
Yang telah Kau beri kesempatan
Melakukan perjalanan wisata
Ke negeri yang Indah ini
Indonesia

     Kami… ingin melihat keindahan alamnya
     Menghirup udaranya yang segar
     Menyaksikan atraksi seni budayanya
    Mencicipi makanan
    Menikmati keramahtmhan penduduknya
    Kemudahan dan layanan yang baik

Kami mohon pada-Mu… Ya Tuhan
Pesawat kami tidak dibatalkan
Tiba tepat pada waktunya
Barang-barang bawaan kami
Tidak hilang atau nyasar
Kelebihan barang kami, tidak jadi hambatan
Petugas Bea Cukai, yang tahu siapa kami
Jauhkan kami dari kecurigaan yang bukan-bukan
Kami datang untuk menikmati
Kebesaranmu… ciptaanMu
Bukan untuk antri… kesengsaraan

     Tuhan yang maha penyayang
     Berilah kami hotel yang baik
     Yang teleponya tidak rusak
     Operatornya tidak judes
     Resepsionisnya yang mebgerti bahasa kami
     Berilah… kami kamar yang bersih
     Air yang ngocor sepanjang hari
     WC-nya yang tidak bau

Tuhan… tempat kami berlindung
Berilah kami kekuatan
Melakukan perjalanan wisata
Dibumi yang indah ini
Melihat yang tidak ada negeri kami
Yang unik, dan aneh di mata kami
Menyaksikan atraksi yang mempesona
Yang membuat mata kami jadi terbuka

     Tuhan… Yang Maha Kuasa
     Jadikan daerah tujuan wisata kami tetap lestari
     Keindahan alamnya tidak rusak
     Air dan udaranya tidak tercemar
     Seni tradisionalnya tidak punah
     Keaslian budayanya tetap terpelihara

Kami… mohon pada-Mu Ya… Tuhan
Tunjukanlah pada kami
Biro perjalanan yang profesional
Restoran, yang harganya tidak mencekik
Kurs penukaran uang yang menarik
Sopir taksi yang dapat dipercaya
Pramuwisata yang terampil
Sehingga kami tahu
Layanan pariwisata Indonesia
Tidak asal jadi

     Tuhan… Yang Maha Besar
     Berikanlah petunjuk orang-orang itu
     Supaya mereka tahu dan mengerti
     Mengapa… kami datang
     Kami tidak membuat kampungnya kotor
     Hutannya tandus, air lautnya tercemar
     Seni budayanya kehilangan identitas
     Atau kepribadiannya menjadi hilang

Katakanlah… Ya Tuhan
Kedatangan kami ini
Memberi keuntungan bagi mereka
Hasil pertaniannya jadi laku
Produk peternakan mereka jadi laris
Souvenir dan hasil kerajinan habis terjual
Kesempatan kerja jadi bertambah
Pengangguran jadi hilang
Penghasilan pajak bertambah besar
Penerimaan devisa negara terus meningkat
Posisi neraca pembayaran semakin kuat
Apakah semuanya itu
Tidak membawa keberuntungan bagi mereka ?

     Tuhan… tempat kami mengadu
     Hindarkanlah… istri-istri kami
     Jauhkan mereka dari segala godaan
     Memborong barang-barang
     Yang sebenarnya tidak bermanfaat baginya
     Yang ia sendiri tidak menyadarinya
     Tuhan… Yang Maha Besar
     Peliharalah, suami-suami kami
     Agar tidak tertarik pada wanita-wanita
     Ditempat  yang kami kunjungi
     Jauhkan mereka, membanding-bandingkan kami
     Hindarkan mereka berbuat bodoh
     Pergi ke tempat-tempat maksiat
     Dan bila mereka melanggar
     Mohon mereka tidak diampuni

Tuhan Yang Maha Mengetahui
Bila perjalanan kami telah berakhir
Berilah kami… kepuasan
Menikmati foto, rekaman musik dan video
Mengenang penduduknya yang ramah
Atraksi seni budayanya yang silih berganti
Makanannya yang enak
Layanannya yang baik
Semua itu… untuk dikenang-kenangan kami
Sebagai bukti, bahwa kami pernah mengunjungi
Bumi Indonesia… yang tidak ada duanya
Sehingga perjalanan wisata
Yang kami lakukan tidak sia-sia
Menjadi keindahan indah, selama hayat kami
Sambil… menunggu panggilan-Mu Tuhan



Jakarta, 15 Juni 1989

Oka A. Yoeti



Kamis, 01 Maret 2012

Community - Based Tourism


CBT (Community – Based Tourism) yaitu konsep pengembangan suatu destinasi wisata melaui pemberdayaan masyarakat lokal, dimana masyarakat turut andil dalam perencanaan, pengelolaan, dan pemberiaan suara berupa keputusan dalam pembangunannnya.  Ada tiga kegiatan pariwisata yang dapat mendukung konsep CBT yakni penjelajahan (adventure travel), wisata budaya (cultural tourism), ekowisata (ecotourism).


 
        Menurut Bank Dunia konsep CBT akan melibatkan pula masyarakat dalam proses pembuatan keputusan khususnya terkait dengan perolehan pendapatan, kesempatan kerja, serta pelestarian lingkungan dan budaya asli setempat yang pada akhirnya menumbuhkan jati diri dan rasa bangga dari penduduk setempat yang tumbuh akibat peningkatan kegiatan pariwisata. Konsep CBT juga merupakan implementasi ekonomi kerakyatan di sektor riil, yang langsung dilaksankan dan dinikmati oleh masyarakat sendiri.
 Adapun Definisi lain dari CBT yaitu merupakan usaha ekowisata yang dimiliki, dikelola dan diawasi oleh masyarakat setempat. Masyarakat berperan aktif dalam kegiatan pengembangan ekowisata dari mulai perencanaan, implementasi, monitoring dan evaluasi. Hasil kegiatan ekowisata sebanyak mungkin dinikmati oleh masyarakat setempat. Jadi dalam hal ini masyarakat memiliki wewenang yang memadai untuk mengendalikan kegiatan ekowisata. (Nugroho, 2011)
Biasanya konsep CBT diterapkan atau diaplikasikan pada suatu kawasan yang memiliki daya tarik wisata seperti desa wisata Cikidang, destinasi wisata alam Tangkuban Perahu, destiansi wisata sejarah Gua Pawon, maupun Resort dll.