Total Tayangan Laman

Selasa, 12 Juli 2011

Kuda Lumping of The Cultural Attraction


 Kuda lumping merupakan salah satu kesenian tradisonal yang berasal dari Jawa Tengah dimana sekelompok orang melakukan tarian khas tadisional dengan menggunakan anyaman kuda yang dirasuki oleh mahluk gaib. Asal mula kata kuda lumping yaitu kuda kepang, ini dikarenakan alat yang digunakan dalam tarian berupa kuda yang terbuat dari bambu atau bilik sedangkan lumping yaitu kepang, karena kuda yang digunakan berparaskan rambut kepang atau lumping. Menurut hemat penulis pada saat ini acara atau pagelaran kuda lumping sangat sulit dijumpai di kota – kota besar, contohnya Bandung. Hal ini dikarenakan sudah menurunnya tingkat kesadaran masyarakat sekitar akan pentingnya nilai budaya, disisi lain teknologi telah merubah segala prilaku manusia modern. Sebelum tahun 2005, Bandung merupakan salah satu kota yang terkenal akan nilai budaya (cultural attraction). Kuda lumping merupakan salah satu pagelaran seni tahunan yang selalu diselenggarakan disetiap daerah kota Bandung, namun sekarang hampir tidak lagi terlihat pagelaran seni kuda lumping ini terselenggara, dapat dikatakan hanya di daerah-daerah tertentu saja. So, what heaven?
Beberapa waktu yang lalu penulis melakukan traveling ke kota Gombong Jawa Tengah dimana penulis melihat atraksi wisata budaya kuda lumping yang diselenggarakan oleh paguyuban keluarga besar, dimana masyarakat sekitar sangat berantusias untuk melihat pagelaran seni ini. Adapun sedikit dokumentasi yang diabadikan oleh penulis.








Kita sebagai generasi muda hendaknya melakukan regenerasi dalam membudidayakan kesenian daerah ini, karena kesenian ini merupakan warisan budaya yang harus lestarikan dan direvitalisasi, agar tidak terjadinya kepunahan. Selain itu, wisatawan mancanegara sangat menyukai atraksi budaya seperti ini, karena mereka pikir ini merupakan sesuatu yang baru dan belum pernah mereka lihat sebelumnya. Bila perlu orang – orang pariwisata atau biro perjalanan umum hendaknya memasukan rangkaian kegiatan ini ke dalam itinerary, seperti halnya tari seni di Bali yaitu tari Kecak. Dampaknya diharapkan akan meningkatkan pariwisata di pulau Jawa dan yang lebih penting yakni dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pelestarian seni budaya sudah yang jarang terlihat ini.