Total Tayangan Halaman

Sabtu, 17 Desember 2011

World Herritage of Indonesia

    Saat ini indonesia memiliki 11 warisan budaya yang diakui UNESCO. Dari 11 warisan dunia yang dimiliki indonesia sebanyak empat di antaranya berupa alam, tiga cagar budaya, dan empat karya budaya berupa benda.
   Untuk warisan dunia berupa alam, terdiri dari taman nasional ujung kulon (banten), taman nasional komodo di nusa tenggara timur (ntt), taman nasional lorentz di papua, dan hutan tropis sumatera (taman nasional gunung leuser, kerinci seblat, dan bukit barisan).
   Sementara untuk cagar alam yakni kompleks candi borobudur yang diakui UNESCO sejak 1991, kompleks candi prambanan (1991), dan situs prasejarah sangiran.
   Karya budaya takbenda milik indonesia yang sudah dan akan diakui unesco, yakni wayang (masterpiece of the oral and intangible heritage of humanity, 2003), keris (masterpiece of the oral and intangible heritage of humanity, 2005), batik (representatif list of the intangible cultural heritage of humanity, 2009), dan angklung (representative list of the intangible cultural heritage of humanity, 18 november 2010).
 1. Taman Nasional Ujung Kulon 

2. Taman Nasional Komodo

3. Warisan Hujan Hutan Sumatra

4. Taman Nasional Lorentz

5. Candi Borobudur

6. Candi Prambanan

7. Situs Sangiran

8. Wayang

9. Keris

10. Batik
 
11. Angklung




Sektor Pariwisata Penghasil Devisa Indonesia Terbesar Masa Depan

     Pariwisata merupakan salah satu sektor terbesar dalam meningkatkan devisa negara. Dewasa ini setiap negara mengembangkan sektor pariwisata sebagai salah penghasil devisa negara yang paling utama. Hal ini dilihat dari kebutuhan manusia yang selalu ingin melakukan travelling di setiap waktu luangnya. Memasuki abad ke 21, sektor pariwisata sudah semakin berkembang, hal ini terjadi karena setiap negara menyadari bahwa pariwisata mendatangkan manfaat yang sangat besar bagi negara yang kedatangan wisatawan (Tourist Receiving Countries).
    Menurut beberapa pakar dan ilmuan di Indonesia pada tahun 2012 eksplorasi minyak bumi akan berkurang dan tidak menjadi ekonomis lagi, selain sumbernya menipis diperkirakan biaya eksplorasinya tidak akan efisien. Sebagai komoditi pengganti, pariwisata diharapkan menjadi komoditi prospektif sebagai primadona penghasil devisa negara yang sangat dibutuhkan dalam pembangunan yang berkelanjutan. Sektor pariwisata ini diharapkan dapat meningkatkan pendapatan APBN dan peningkatan kesempatan kerja.
Rasanya ketinggalan kalau tidak ikut mengembangkan pariwisata sebagai kasilitator dalam pembangunan, termasuk pula Indonesia. Indonesia merupakan negara yang sangat kaya akan variabel pariwisata, karena indonesia merupakan negara kepulauan terbesar dunia. Secara fisik, Indonesia memiliki panjang garis pantai mencapai 81.000 kilometer dengan jumlah pulau mencapai lebih dari 17.500 pulau. Luas daratan 1,9 juta kilometer persegi, sementara luas perairan 3,1 juta kilometer persegi. Sungguh sangat menakjubkan !
Hal ini memungkinkan Indonesia sebagai kawasan yang memiliki potensi sangat besar dalam konteks pariwisata karena mimiliki banyak wisata bahari dan cagar alam. Selain keindahan alamnya, Indonesia juga memiliki keanekaragaman budaya. Budaya merupakan aset paling berharga yang dimiliki suatu negara. Indonesia merupakan salah satu negara yang paling banyak memiliki keanekaragaman budaya karena Indonesia memiliki 33 provinsi dimana di setiap provinsinya memiliki beberapa budaya yang berbeda. Dalam konteks ini, budaya menjadi nilai lebih suatu negara dalam mendatangkan wisatawan mancanegara karena adanya suatu daya tarik wisata (Tourism Attraction).
    Di kawasan Asia pasifik Indonesia merupakan salah satu negara tujuan pariwisata  oleh karena itu disamping mengedepankan sektor pariwisata sebagai komoditi utama, yakni harus di imbangi SDM yang memadai. Sumber daya manusia yang memadai akan berdampak positif terhadap pengembangan pariwisata suatu negara. Kiat – kiat suatu negara ataupun negara Indonesia dalam menciptakan SDM profesional dalam bidang pariwisata yakni mendirikan sekolah – sekolah dan Universitas pariwisata. Dalam konteks ini Indonesia sudah menyadari bahwa pariwisata merupakan suatu ilmu dan bukan sebagai kajian. Maka dari itu mari bangkitkan pariwisata Indonesia.. We are rich of nature, culture and everything about tourism supporting sector !!!

Pulau Thilafushi Pulau Tumpukan Sampah

Pemerintah Maladewa memberlakukan larangan sementara pembuangan sampah hotel di satu pulau yang khusus digunakan menampung sampah. Pulau Thilafushi adalah pulau buatan yang terletak sekitar 7 kilometer dari ibukota Maladewa, Male, dan dikenal dengan julukan Rubbish Island atau Pulau Sampah.
Dibangun dari terumbu karang 20 tahun lalu, pulau tersebut kini penuh dengan sampah dan bahkan tidak bisa lagi menampung sampah yang ada sehingga sebagian sampah meluap ke laguna di sekeliling pulau.
Perahu-perahu yang mengangkut sampah ke Pulau Thilafushi baru-baru ini membuang sampah di laguna karena banyak dari pekerja tidak sabar harus menunggu berjam-jam untuk membongkar muatan di darat.
Kepala Badan Perlindungan Lingkungan Maladewa, Ibrahim Naeem, mengatakan kendala teknis menyebabkan keterlambatan bongkar sampah dari truk di darat.
Dia menekankan bahwa Thilafushi belum penuh seluruhnya. Pihak berwenang, lanjut Naeem, juga sedang memperbaiki sistem pembuangan sampah dan melarang pembakaran sampah di tempat terbuka.
Naeem mengatakan perahu pembawa sampah dari pulau-pulau di sekitar untuk sementara dilarang sampai pembersihan laguna rampung. Para petugas mulai membersihkan "bukit-bukit sampah" yang sebagian besar berasal dari hotel-hotel mewah.
Sampah dari seluruh penjuru Maladewa diangkut ke pulau tersebut untuk kemudian dibakar, dipendam, atau didaur ulang khusus untuk plastik dan logam.
Kondisi Pulau Thilafushi jelas jauh berbeda dengan kawasan-kawasan wisata pantai yang berpasir putih dan berlaut biru. Sejumlah orang yang pernah ke sana mengatakan gunungan sampah terlihat di mana-mana dan kabut campur asap terus-menerus terlihat.
Seorang aktivis lingkungan Maladewa, Ahmed Ikram, mengecam langkah pemerintah menangani masalah sampah di Thilafushi.
Ikram mengatakan pemerintah telah bertahun-tahun berjanji untuk membangun fasilitas bahan bakar bio di pulau namun sejauh ini belum terwujud.
Lembaga Bluepeace yang dipimpin Ikram menekankan bahaya racun sampah yang masuk ke laut. Di Thilafushi juga terdapat tempat reparasi perahu.

Sumber : http://www.pikiran-rakyat.com/node/168690

Mari berdisiplin terhadap alam dan lingkungan...

Selasa, 13 Desember 2011

Babakan Siliwangi Bandung is the World City Forest

Babakan Siliwangi, located north of Bandung city, was proclaimed the first World City Forest by Environment Minister Gusti Muhammad Hatta to greet the Tunza Indonesian Children and Youth on the Road to Rio+20 event, which will run for five days in Bandung.


 Sumber : Yuli Tri Suwarni and Arya Dipa, The Jakarta Post

PENCAGARAN BABAKAN SILIWANGI

 Babakan Siliwangi merupakan lembah yang dibentuk Sungai Cikapundung sejak puluhan ribu tahun yang lalu, dan merupakan warisan alam dan sejarah budaya yang sebaiknya tetap dipertahankan keberadaannya melalui pencagaran. Sebab Babakan Siliwangi memiliki nilai sosial, ekonomi, dan budaya bagi kehidupan manusia masa kini dan masa datang untuk kepentingan pendidikan, penelitian, dan pariwisata rekreasi, dalam rangka membangun manusia Indonesia seutuhnya dan mencerdaskan kehidupannya. Apalagi letaknya ada di dalam kota, mudah dijangkau, dan mudah pula pemeliharaannya. Pariwisata yang perlu dikembangkan di sini yaitu pariwisata ekologi atau ecotourism yang membangkitkan wisatawan untuk mencintai tataan dan unsur alam binaan dengan segala keanekaragaman hayatinya. Kota Bandung sama sekali belum memiliki cagar alam semacam ini dan Babakan Siliwangi yang merupakan warisan penuh dengan berbagai data dan informasi ilmu pengetahuan dan teknologi alami dapat dicagar sebagai museum dan laboratorium lapangan, sekaligus sebagai destinasi pariwisata ekologi untuk rekreasi.  

Sumber: Harian Pikiran Rakyat (H. Soewarno Darsoprajitno)


Ekologi Pariwisata sangat tepat untuk diterapkan pada destinasi babakan siliwangi. Apabila dilihat dari segi melihat dari keadaanmerupakan suatu ilmu yang mempelajari lingkungan pada suatu