Dewasa ini telah terjadi pergeseran era
perekonomian yaitu dari era ekonomi pertanian menjadi era ekonomi kreatif.
Mengapa hal demikian dapat terjadi ???
Menurut asumsi penulis, hal ini terjadi karena
adanya pergeseran paradigma perekonomian pertanian ke kreatif dimana ekonomi
kreatif muncul sebagai ekonomi baru yang signifikan dalam meningkatkan
perkapita maupun Produk Domestik Bruto (PBD) negara Indonesia. Sehingga adanya
suatu mixed dari mulai ekonomi
pertanian, industri, dan informasi menjadi ekonomi kreatif.
Sumber: Kementerian Perdagangan (2009)
Ekonomi Kreatif merupakan era ekonomi baru yang mengintensifkan informasi dan
kreativitas dengan mengandalkan ide dan stock
of knowledge dari sumber daya manusianya sebagai faktor produksi utama
dalam kegiatan ekonominya. Sumber:
Kementerian Perdagangan (2009)
Industri kreatif didefinisikan sebagai industri yang berasal dari pemanfaatan
kreativitas, keterampilan serta bakat individu untuk menciptakan kesejahteraan
serta lapangan pekerjaan dengan menghasilkan dan memberdayakan daya kreasi dan
daya cipta individu tersebut. Sumber:
Kementerian Perdagangan (2009)
Notes: Kreatifitas tidak hanya berbasis
artistik, namun bisa juga berbasis sains dan injiniring.
Ketua Badan Promosi Pariwisata Indonesia (BPPI), Yanti Sukamdani menguraikan pula
pengertian creative tourism, yang dijabarkannya tentu dari konsep
pemerintah, lalu dikaitkannya (link and match) dengan bisnis Board-nya
BPPI itu semua terdiri dari unsur swasta. Creativde Tourism bagaimana
yang hendak dilaksanakan ?
Salah satu ialah menciptakan dan mendorong pariwisata
merancang agar arus bisnis pariwisata di saat Low season, tetap berjalan
baik dari sudut bisnis. Dalam konteks itu, misalnya, kita akan fokus pada
kegiatan shopping, great sale, seminar, summit meetings, dan
sebagainya.
Menurut Sukamdani, Indonesia sudah menerima tawaran dari
Cina untuk pameran di sana dengan space free of charge. Convention pun
termasuk creative tourism! Prediksinya, menurut Sukamdani, daerah-daerah yang bisa menampung kegiatan tersebut
adalah Bali, Jakarta dan DIY. Kita juga harus ingat bahwa kebanyakan turis yang
datang ke Indonesia antara lain dari Singapura, bukan dari Eropa.
Contoh lain, tipe turis Rusia, mereka berani membayar hotel
sampai $500 karena sudah biasa dengan level harga tersebut. Di Negara mereka
sendiri mungkin harga segitu baru bisa tinggal di hotel kelas 2. Maksudnya
tentulah perlu ‘kreatif’ terus menggarap konsumen Rusia. Tren 2012 adalah creative
tourism seperti seminar, convention, pameran, show, dan
sebagainya. Hotel non-convention pun bisa hidup dari tingkat okupansi
dan restorannya.
Sumber:
Hasil Modifikasi Penulis
Di tourism tidak ada batasan harga, dengan
sendirinya. Langkah riil kita adalah melaksanakan tugas justru untuk
mengkompensasi cenderung turunnya volume di saat low season,
dengan creative tourism dan green tourism. Pelaksananya terdiri
dari perhotelan, restoran, travel agent, dan sebagainya.
Dan kuncinya memang pada tiga unsur industri tersebut.
Menciptakan berbagai alternatif bentuk kegiatan tur, jadwalnya di low
season, acara spesifik yang menarik, atau, menciptakan pasar. Lebih
tepatnya lagi, to generate the consumers.
Sport event, musical dan art, misalnya, yang
dikaitkan langsung dengan paket dan acara-acara yang ‘menghibur turis secara
spesifik’, merupakan konsep dalam creative tourism.
Contoh lain yang besar ialah World Holticultural
Expo yang mulai April ini diselenggarakan di Negeri Belanda. Green and
creative tourism itu sudah seharusnya dimasukkan ke dalam kegiatan ekonomi.
Untuk penyelenggaraan MICE harus diperhatikan infrastruktur.
Menurut Sukamdani kontribusi suatu hotel sangat bervariasi. Misalnya
hotel convention kontribusinya bisa mencapai 50%, kalau hotel biasa
mungkin kontribusinya terhadap MICE hanya 20%. Maka kreatifitas pun di situ
dituntut. Kreatif menciptakan tur di dalam negeri juga diperlukan. Tur bidang
pendidikan, misalnya, terbuka peluang kerjasama antara pelaku bisnis dengan
sekolah-sekolah sampai perguruan tinggi. Yakni menciptakan acara yang lain di
luar lazimnya study tour akhir tahun pelajaran, yang sudah teramat rutin dan
‘begitubegitu saja’.
Seperti dikatakan
Menteri bahwa “Memasuki tahun 2012 kita menghadapi krisis ekonomi global, namun
kita yakin bisa bertahan dan menghadapinya, dan kita akan mendorong kedatangan
wisman dari emerging countries yang rata-rata tidak terkena dampak
krisis ekonomi. Kita pun akan fokus pada wisatawan nusantara yang akan terus
tumbuh.”
Sources: News Letter
Informasi Pemasaran Pariwisata 2012


Terimakasih Infonya
BalasHapusartikel yang bagus,
sangat bermanfaat..
Perkenalkan saya mahasiswa Fakultas Ekonomi di UII Yogyakarta
:)
twitter : @profiluii :)
mksh...
Hapusoh iya, salam kenal...