Total Tayangan Laman

Kamis, 21 Juni 2012

Apa itu Ekonomi Kreatif ???

            Dewasa ini telah terjadi pergeseran era perekonomian yaitu dari era ekonomi pertanian menjadi era ekonomi kreatif. Mengapa hal demikian dapat terjadi ???
Menurut asumsi penulis, hal ini terjadi karena adanya pergeseran paradigma perekonomian pertanian ke kreatif dimana ekonomi kreatif muncul sebagai ekonomi baru yang signifikan dalam meningkatkan perkapita maupun Produk Domestik Bruto (PBD) negara Indonesia. Sehingga adanya suatu mixed dari mulai ekonomi pertanian, industri, dan informasi menjadi ekonomi kreatif.

Sumber: Kementerian Perdagangan (2009)

Ekonomi Kreatif merupakan era ekonomi baru yang mengintensifkan informasi dan kreativitas dengan mengandalkan ide dan stock of knowledge dari sumber daya manusianya sebagai faktor produksi utama dalam kegiatan ekonominya. Sumber: Kementerian Perdagangan (2009)
Industri kreatif didefinisikan sebagai industri yang berasal dari pemanfaatan kreativitas, keterampilan serta bakat individu untuk menciptakan kesejahteraan serta lapangan pekerjaan dengan menghasilkan dan memberdayakan daya kreasi dan daya cipta individu tersebut. Sumber: Kementerian Perdagangan (2009)

Notes: Kreatifitas tidak hanya berbasis artistik, namun bisa juga berbasis sains dan injiniring.

Ketua Badan Promosi Pariwisata Indonesia (BPPI), Yanti Sukamdani menguraikan pula pengertian creative tourism, yang dijabarkannya tentu dari konsep pemerintah, lalu dikaitkannya (link and match) dengan bisnis Board-nya BPPI itu semua terdiri dari unsur swasta. Creativde Tourism bagaimana yang hendak dilaksanakan ?
Salah satu ialah menciptakan dan mendorong pariwisata merancang agar arus bisnis pariwisata di saat Low season, tetap berjalan baik dari sudut bisnis. Dalam konteks itu, misalnya, kita akan fokus pada kegiatan shopping, great sale, seminar, summit meetings, dan sebagainya.
Menurut Sukamdani, Indonesia sudah menerima tawaran dari Cina untuk pameran di sana dengan space free of charge. Convention pun termasuk creative tourism! Prediksinya, menurut Sukamdani, daerah-daerah yang bisa menampung kegiatan tersebut adalah Bali, Jakarta dan DIY. Kita juga harus ingat bahwa kebanyakan turis yang datang ke Indonesia antara lain dari Singapura, bukan dari Eropa.
Contoh lain, tipe turis Rusia, mereka berani membayar hotel sampai $500 karena sudah biasa dengan level harga tersebut. Di Negara mereka sendiri mungkin harga segitu baru bisa tinggal di hotel kelas 2. Maksudnya tentulah perlu ‘kreatif’ terus menggarap konsumen Rusia. Tren 2012 adalah creative tourism seperti seminar, convention, pameran, show, dan sebagainya. Hotel non-convention pun bisa hidup dari tingkat okupansi dan restorannya.

                   Sumber: Hasil Modifikasi Penulis

Di tourism tidak ada batasan harga, dengan sendirinya. Langkah riil kita adalah melaksanakan tugas justru untuk mengkompensasi cenderung turunnya volume di saat low season, dengan creative tourism dan green tourism. Pelaksananya terdiri dari perhotelan, restoran, travel agent, dan sebagainya.
Dan kuncinya memang pada tiga unsur industri tersebut. Menciptakan berbagai alternatif bentuk kegiatan tur, jadwalnya di low season, acara spesifik yang menarik, atau, menciptakan pasar. Lebih tepatnya lagi, to generate the consumers.
Sport event, musical dan art, misalnya, yang dikaitkan langsung dengan paket dan acara-acara yang ‘menghibur turis secara spesifik’, merupakan konsep dalam creative tourism.
Contoh lain yang besar ialah World Holticultural Expo yang mulai April ini diselenggarakan di Negeri Belanda. Green and creative tourism itu sudah seharusnya dimasukkan ke dalam kegiatan ekonomi. Untuk penyelenggaraan MICE harus diperhatikan infrastruktur.
Menurut Sukamdani kontribusi suatu hotel sangat bervariasi. Misalnya hotel convention kontribusinya bisa mencapai 50%, kalau hotel biasa mungkin kontribusinya terhadap MICE hanya 20%. Maka kreatifitas pun di situ dituntut. Kreatif menciptakan tur di dalam negeri juga diperlukan. Tur bidang pendidikan, misalnya, terbuka peluang kerjasama antara pelaku bisnis dengan sekolah-sekolah sampai perguruan tinggi. Yakni menciptakan acara yang lain di luar lazimnya study tour akhir tahun pelajaran, yang sudah teramat rutin dan ‘begitubegitu saja’.
 Seperti dikatakan Menteri bahwa “Memasuki tahun 2012 kita menghadapi krisis ekonomi global, namun kita yakin bisa bertahan dan menghadapinya, dan kita akan mendorong kedatangan wisman dari emerging countries yang rata-rata tidak terkena dampak krisis ekonomi. Kita pun akan fokus pada wisatawan nusantara yang akan terus tumbuh.”

Sources: News Letter Informasi Pemasaran Pariwisata 2012
 

3 komentar:

  1. Terimakasih Infonya
    artikel yang bagus,
    sangat bermanfaat..
    Perkenalkan saya mahasiswa Fakultas Ekonomi di UII Yogyakarta
    :)
    twitter : @profiluii :)

    BalasHapus
  2. artikel yang sangat membantu mas, terimakasih atas wawasan yang anda berikan, smoga tidak bosan" memberikan wawasan terhadap orang lain,,,

    BalasHapus