Total Tayangan Laman

Kamis, 21 Juni 2012

Pariwisata & Ekonomi Kreatif

Tema utama pariwisata Indonesia tahun 2012 telah ditetapkan yaitu Green and Creative Tourism”. Itu disimpulkan pada lokakarya pariwisata dan ekonomi kreatif di Kemenparekraf, Jakarta, pada akhir Desember 2011. Jika industri kreatif Indonesia bergerak maju bersama pariwisata, bukan mustahil, berpotensi menjadi salah satu trend setter di pariwisata global.
Pariwisata sendiri menuntut sikap Kreatif yang cerdas, itulah mengapa di masa lalu dunia pariwisata pernah memunculkan term alternative tourism. Indonesia kini tampil dengan Creative Tourism. Ditambah konsep, bersahabat dengan alam alias environmental friendly. Melalui industri keatif lazim tampil tokoh alias figures pencipta yang mendunia, tampil produk wisata dan ‘produk barang’ dengan brand yang juga mendunia. Kemenparekraf telah menyusun gagasan-gagasan Rencana Strategis (Renstra) Pengembangan Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif memasuki tahun 2012.
Menparekraf, Mari Elka Pangestu, menguraikan apa itu ekonomi kreatif. Ada 15 subsektor ekonomi kreatif ditangani oleh Kemenparekraf. Maka pada struktur organisasi dalam Kemenparekraf ada dua dirjen yakni Dirjen Industri Kreatif Berbasis Seni dan Budaya seperti film, musik, seni pertunjukkan, seni rupa, dan lain sebagainya dan Dirjen Ekonomi Kreatif Berbasis Desain, Media dan Iptek.


 Sumber: Menparekraf, Mari Elka Pangestu dalam News Letter Informasi Pemasaran Pariwisata 2012
Untuk industri kreatif kita juga akan bekerja sama dengan institusi lain terkait. Kerja sama ini meliputi pembuatan kebijakan untuk menciptakan iklim kondusif untuk perkembangan industri kreatif, dan fasilitasi dan pemberdayaan pelaku industri kreatif dan pengembangannya. (Menparekraf, Mari Elka Pangestu)
Kontribusi dari ekonomi kreatif sebesar 7,4% terhadap PDB dan target pertumbuhannya paling tidak mecapai 8% pada tahun 2014, atau ekonomi kreatif harus tumbuh lebih baik daripada pertumbuhan rata-rata perekonomian nasional.
Jadi, jika ekonomi kreatif tumbuh maka pariwisata akan tumbuh, juga sebaliknya. Jadi ini harus kita kembangkan mulai 2012. Hubungan antara pariwisata dan ekonomi kreatif antara lain kuliner. Tidak bisa dibayangkan pariwisata tanpa kuliner. Karena itu kuliner mempunyai peran sangat penting dalam pariwisata. Kita juga banyak menampilkan Indonesia dalam film sebagai promosi.
Menparekraf Berkata: “Kami akan mengusahakan alokasi anggaran untuk ekonomi kreatif yang lebih besar untuk pengembangan seni, film dan seni pertunjukan lainnya. Ini termasuk untuk mengembangkan infrastruktur fisik, sumber daya dan apresisasi.”


 Sumber: Menparekraf, Mari Elka Pangestu dalam News Letter Informasi Pemasaran Pariwisata 2012


Sources: News Letter Informasi Pemasaran Pariwisata 2012

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar